Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru Tingkatkan Mutu Pendidikan Kesehatan melalui Kolaborasi Internasional dan Practice-Based Research
Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kesehatan melalui kolaborasi internasional bersama PUM Netherlands Senior Experts dengan menghadirkan Prof. Antonius J.H. Satink, PhD, MSc OT, B-OT, pakar penelitian kualitatif dan pendidikan dari Han University, Belanda.
Program yang berlangsung pada 27 April hingga 7 Mei 2026 tersebut menjadi momentum strategis bagi Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru dalam memperkuat pengembangan kurikulum, penelitian berbasis praktik (practice-based research), serta peningkatan kontribusi institusi terhadap masyarakat dan dunia kesehatan melalui kegiatan bertajuk “Applying the Double Diamond Model in Practice-Based Research for Lecturers.”
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Antonius J.H. Satink memperkenalkan pendekatan Double Diamond Model, yaitu metode yang digunakan untuk membantu institusi pendidikan memahami berbagai persoalan nyata di masyarakat dan mengembangkan solusi berbasis kolaborasi. Model ini dinilai relevan dalam mendukung pendidikan vokasi serta pengembangan riset terapan di Indonesia.
Selama kunjungan kerja, berbagai agenda penting dilaksanakan bersama pimpinan institusi, dosen, peneliti, mahasiswa, serta stakeholder dari Program Studi Gizi, Manajemen Rumah Sakit, Administrasi Kesehatan, dan Kebidanan. Fokus utama diarahkan pada penguatan inovasi pembelajaran, pengembangan riset terapan, serta penyusunan strategi pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rangkaian kegiatan internasional tersebut meliputi:
Guest Lecture for Students STEP INTO THE REAL WORLD dengan tema “A Student Journey in Digital Health Practice and Research.”
International Conference on Constructive Alignment and Practice-Based Research in Health Education dengan tema “Co-Creating Future-Ready Health Curricula Through Interdisciplinary Collaboration and Practice-Based Research.”
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai stakeholder dan organisasi profesi, di antaranya IBI Provinsi Riau, DPD PPT ARSI, PERSAGI, dan PIPAKI.
Rektor dan jajaran pimpinan Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru menyampaikan bahwa kolaborasi internasional ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan institusi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Selain meningkatkan kualitas akademik, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara kampus dengan dunia praktik kesehatan serta masyarakat luas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun budaya pembelajaran yang lebih kolaboratif, kreatif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Kehadiran Prof. Antonius J.H. Satink dari Han University Belanda memberikan wawasan baru dalam pengembangan kurikulum dan penelitian berbasis praktik,” ujar Rektor Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru, Dr. Bd. Silvia Nova, SST., M.Kes.
Diskusi dan sesi kolaboratif yang berlangsung selama kegiatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang partisipatif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan dunia kesehatan global.
Di akhir kegiatan, dilaksanakan pertemuan pleno bersama dosen, peneliti, pimpinan institusi, serta mitra masyarakat untuk menyampaikan hasil evaluasi, rekomendasi pengembangan institusi, dan rencana tindak lanjut kerja sama internasional di masa mendatang.
Dalam momentum yang sama, Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru juga berhasil meraih capaian akreditasi dari LAM-PTKes, yaitu:
Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit — Akreditasi “Unggul”
Program Studi S1 Gizi — Akreditasi “Unggul”
Program Studi S1 Administrasi Kesehatan — Terakreditasi
Program Studi D3 Kebidanan Kampus Utama Pekanbaru — “Baik Sekali”
Program Studi D3 Kebidanan PSDKU Muara Bungo — “Baik Sekali”
Dengan terselenggaranya program ini, Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru berharap dapat terus meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat penelitian berbasis praktik, serta memperluas jejaring internasional guna mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia.
BIAYA MASUK T.A. 2026 / 2027
Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru
Biaya Masuk T.A. 2026 / 2027
Program Studi
1. D-3 KEBIDANAN

2. S-1 GIZI

3. ADMINISTRASI KESEHATAN

4. ADMINISTRASI RUMAH SAKIT

5. D-3 KEBIDANAN KAMPUS KABUPATEN BUNGO

Download File Biaya Kuliah IKHP
Download File SKEMA 6 CICILAN PEMBAYARAN
Syarat dan ketentuan **
Persyaratan pengajuan Perubahan Data Mahasiswa Pada PDDIKTI
Perubahan NIM:
Scan KTP asli
Scan KK asli
Scan Akta Lahir asli
Scan Ijazah asli
Scan Transkrip asli
Scan KTM atau Surat Keterangan pengganti KTM yang dikeluarkan biro akademik jika KTM tidak ada/hilang
Scan KHS (Kartu Hasil Studi semua semester)
Scan Surat Pengantar PDM dari Rektor atau Wakil Rektor bidang Akademik
Perubahan Nama Mahasiswa aktif:
Scan KTP asli
Scan KK asli
Scan Akte Lahir asli
Scan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)
Scan Surat Pengantar PDM dari Rektor atau Wakil Rektor bidang Akademik
Perubahan Nama lulusan:
Scan KTP asli
Scan KK asli
Scan Akte Lahir asli
Scan KTM atau Surat Keterangan pengganti KTM yang dikeluarkan biro akademik jika KTM tidak ada/hilang
Scan Ijazah asli
Scan Transkrip asli
Scan Surat Pengantar PDM dari Rektor atau Wakil Rektor bidang Akademik
Perubahan Nama IbuKandung:
Scan AkteLahir asli
Scan KK asli
Scan KTM asli
Scan Surat Pengantar PDM dari Rektor atau Wakil Rektor bidang Akademik
Perubahan Tempat Lahir:
Scan Akte Lahir asli
Scan KK asli
Scan KTP asli
Scan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) asli
Scan Ijazah asli
Scan Transkrip asli
Scan Surat Pengantar PDM dari Rektor atau Wakil Rektor bidang Akademik
Perubahan Tanggal Lahir:
Scan Akte Lahir asli
Scan KK asli
Scan KTP asli
Scan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) asli
Scan Ijazah asli
Scan Transkrip asli
Scan Surat Pengantar PDM dari Rektor atau Wakil Rektor bidang Akademik
Perubahan Periode Pendaftaran:
Scan Surat penerimaan mahasiswa
Scan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) asli
Scan Surat Pengantar PDM dari Rektor atau Wakil Rektor bidang Akademik

